My Photo
Powered by Friendster Blogs

March 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Kill The Emotion or Stay Hungry...

Membunuh emosi. Itulah yang harus sering dilakukan oleh perempuan bekerja. Idiom yang mengatakan bahwa perempuan lebih dikendalikan emosi daripada lelaki memperkuat tekad kami untuk membunuh emosi. Sebab dalam bekerja, seringkali kami harus menekan emosi sebisa mungkin agar tidak terkesan menyek-menyek atau cengeng.

Bagi seorang perempuan bekerja yang sudah berkeluarga, ini perjuangan tersendiri. Tidak tega meninggalkan anak di rumah, harus jadi Si Ratu Tega abses dalam acara keluarga, mengabaikan rasa rindu saat dinas ke luar kota, sensitivitas memuncak kala PMS, dan sejenisnya. Untuk perempuan yang single parent, perlu ekstra perjuangan sebab tak ada orang berbagi feeling mengenai itu semua.

Akhir pekan harus membenahi urusan teknis pekerjaan yang amburadul. Terpaksa bawa-bawa si Kecil berburu akses Internet akibat akses di rumah sedang dodol. Kill your feeling or just stay hungry with you child, jobless.

                            

Everyday is a Valentine Day

Images "Valentine mau ngapain Mer?"
Pertanyaan tak biasa itu diajukan seorang teman. Sebab tahun ini saya tumben-tumbenan, punya pacar. Jadi jika tahun yang sudah-sudah kan saya jomblo, jadi ngga peduli amat sama Valentine Day.
Sebenarnya walau punya pacar atau suami sekalipun, saya tidak terlalu peduli dengan Valentine Day. Apa yang mau dirayakan, wong setiap hari kami selalu beromantis-ria setiap ada kesempatan.
Zaman canggih begini, walau tak sempat bertemu langsung, ada Yahoo Messenger, email  dan SMS yang memungkinkan kami berkirim puisi romantis, kata-kata mesra, dan sebagainya setiap saat.
Kalau bisa bertemu lebih indah lagi pastinya, bisa lunch atau dinner bersama sambil berpegangan tangan dan mengucap I Love You. Itu kami lakukan tanpa harus menunggu Valentine day.

Lalu, buat apa Valentine Day harus spesial? Everyday is a Valentine Day for us.
Setiap hari bahkan setiap detik adalah momen membahagiakan bagi kami berdua. Entah berjauhan atau berdekatan secara fisik. Sebab hati kami satu.

Love, Finally..

We are not Frida Kahlo and Diego Rivera
not
Simone de Beauvoir and Jean-Paul Sartre
not  May Ziadah and Kahlil Gibran
not Marie Curie and Peter Curie

Maybe we are more than them all

Because our love is deeper, hotter and simpler

Love, finally, found us and we are swimming in it

I love you, hunnybunny!

Berkat Apa yang Kaudapat Sepanjang 2007 Ini?

Wow, tidak terasa sudah di penghujung tahun lagi! Waktu yang berlari terlalu cepat atau saya yang berjalan terlalu lambat?
Padahal kata orang saya ini tergolong super duper aktif. Hmm barangkali karena kesibukan di sana sini itu yang bikin saya tak menyadari bahwa waktu terus berjalan.

Workaholic? Tidak juga. Hanya saya mulai mencintai pekerjaan saya. Kata Hilman-nya Lupus, "swimming on my ability". Saya bersyukur menjadi orang yang bisa berenang-renang di kolam talenta yang diberikan olehNYA. Wah kok saya jadi sok religius ya? Ngga juga. Saya bukan orang religius. Hanya begitu banyak miracle yang terjadi dalam hidup saya membuat saya menjadi orang yang harus bersyukur.

Apa berkat yang diberikan oleh Si Penguasa Alam pada saya tahun 2007 ini?
1. Membeli rumah.
2. Mengembangkan Netsains.Com, dimana saya sebagai founder. Dukungan dari teman-teman makin banyak.
3. Klien bertambah, bahkan bukan orang sembarangan, melainkan salah satu CEO perusahaan besar di bidang IT.
4. Kondisi fisik yang sehat dan semoga tetap sehat.
5. Libby sembuh dari sakit yang lumayan berat Oktober kemarin. Semoga terus sehat.
6. Meluncurkan buku Cyberlaw, Tidak Perlu Takut.
7. Mendapat tambahan teman-teman dan sahabat baik yang tak terkira.
8. Hubungan dengan sanak saudara membaik.
9. Masih bisa tertawa lepas walau rekening di bank menyusut.
10. Udara sejuk setiap pagi yang mengisi rongga paru-paru.
11. Rumah bebas banjir.
12. Tetangga2 tetap baik walau saya sibuk dan jarang bersosialisasi.
13. Masih bisa hang out dengan Libby atau teman-teman di sela kesibukan.
14. Masih bisa bersantai, hibernasi, di akhir pekan.
15. Masih dipercaya sejumlah klien untuk melakukan pekerjaan sesuai bidang saya.

Dan banyak berkat lagi yang tak sempat saya tuliskan.
Thanks berat atas semua berkatmu sepanjang 2007 ini ya Tuhan. Kutunggu selalu berkat-berkat lainnya di tahun 2008 mendatang. Semoga saya menjadi orang yang bisa lebih banyak berguna bagi orang lain. Semoga saya tak jadi lupa diri atas semua berkat itu. Semoga ..semoga..semoga...Amien!
Sekali lagi, saya bukan orang religius, hanya mencoba menjadi manusia yang layak saja.

Majalah Wanita: Agen Patriarki?

Sebelum bekerja di media harian saat ini, saya sempat melamar ke sebuah majalah wanita ternama di republik ini. Semua tes tulisan sukses saya lalui dengan lancar. Bahkan selalu jadi yang pertama keluar ruangan.

Tiba kemudian tes lisan akhir, dimana saya harus berhadapan langsung dengan tim redaksi serta diawasi langsung oleh sang pemimpin redaksi, yang kebetulan juga istri dari pemimpin redaksi majalah berita ternama juga.

"Jika kamu diterima bergabung dengan kami, rubrik apa yang akan kamu pilih? Dan apa alasannya?" Itu pertanyaan yang diajukan.

Jawaban saya spontan saja. "Saya ingin kita punya rubrik pendidikan politik untuk perempuan Indonesia. Tapi pendidikan itu disampaikan dengan cara sederhana, tetap menarik, dengan mengetengahkan contoh politikus perempuan dunia yang sukses. Atau bisa juga dengan menampilkan teori-teori politik secara popular. Populasi perempuan di Indonesia ini bisa sangat menentukan kondisi politik negara jika semua punya peran di dalamnya. Sayang itu belum terwujud. Politik merupakan salah satu alat penting untuk memperbaiki kondisi perempuan kita."

Itu jawaban saya.

Seisi ruangan hening seperti baru saja mendengar tawa kuntilanak. Saya punya firasat bahwa jawaban saya tidak memuaskan dan saya pasti tidak akan pernah bergabung dengan majalah wanita bergengsi itu. Dan itu menjadi kenyataan.

Mau tahu apa jawaban pelamar lain yang diterima?

Mereka memilik rubrik memasak, fashion, kecantikan, belanja, kesehatan, dan seterusnya. Bukan berarti semua topik itu tidak penting bagi saya. Tentu saja penting. Hanya terlalu domestik dan tidak akan pernah mengubah nasib perempuan di negeri ini. Tidak akan bisa menyamakan posisi perempuan dalam sosial budaya masyarakat. Tidak akan membuat lelaki lebih menghargai perempuan dengan tidak memperkosanya. Tidak akan membuat para suami lebih memberi ruang gerak kepada istrinya. Tidak akan membuat para suami mau membantu memasak atau mencuci piring jika istrinya pulang kerja kecapaian. Tidak akan membuat remaja putri sadar bahwa pakai tank top di bis itu hanya mengundangpelecehan seksual.

Dan sebagainya.

Wahai majalah wanita agen patriarki, sampai kapan kalian peduli pada nasib sesama kalian sendiri selain sekadar memikirkan lipstik apa yang harus dipakai ke pesta atau korset merk apa demi melangsingkan perut?

Too Many Blogs Will Kill Me

Saya lupa berapa banyak blog yang saya punya. Maka jangan salahkan saya jika saya menolak undangan ke Multiply atau MySpace or so so segudang jejaring pergaulan narsis yang tersebar di seantero jagat maya ini.

Asli, saya sudah lupa. Seingan saya di Blogspot ada sekian belas (atau puluh) blog pernah saya bikin. Lantas di Wordpress masih bisa dihitung jari tangan lah. Di FS ini yang kedua. Iseng bikin di Blog.com tapi saya tinggalkan sebab loadingnya lemot dan fiturnya kurang menarik. Terakhir bikin lagi di Page.tl akibat seorang teman juga punya dan saya tergiur. Dulu juga pernah coba bikin di Freeweb tapi malas lanjutkan sebab ada embel-embel kata "free" yang terkesan murahan dan ketara banget gratisan. Waakakakak!

Saya sudah lupa berapa banyak blog saya pernah bikin. Kata mas Romi Satria Wahono yang pakar memanage blog, sebaiknya saya hanya punya 1 blog dengan trade merk nama saya dan lainnya di link ke situ. Kata Mas Romi, branding itu perlu banget.

Tapi akhirnya saya ngga kapok-kapok bikin blog baru yang "tepararuguh" kata orang Sundam alias ngga jelas. Setelah kesibukan mengelola Netsains.com, blog seorang klien yang selebriti di ranah teknologi informasi dan sebuah web perusahaan kecil tapi hebat, semua blog saya itu makin amburadul ndak jelas. Bahkan sebagian besar tak bisa saya update sebab saya lupa password log in, bahkan juga URL-nya.

Mampos!

Kata Freddy Mercury: "too much love will kill you". Kata saya: "too many blogs just kill me". Wakakakak!

An Indonesian's Dreams

Hai hai all..I am back again to FS!
Some friends of mine said I just changed! Oh yeah? Berubah gimana ya? Ya, memang setahun belakangan ini saya agak membatasi gerak di pergaulan sosial yang hanya berhaha-hihi menghabiskan secangkir kopi. Maaf, bukan saya mendadak antisosial atau apa. Namun saya memiliki sejumlah kesibukan mewujudkan mimpi-mimpi saya yang sempat terbengkalai. Jadi saya berusaha memanage waktu, energi dan biaya ke arah yang lebih fokus demi mimpi-mimpi itu tadi.

Mimpi apa?

Hmm agak sulit juga dijelaskan di sini. Yang pasti God Almighty sangat murah hati memberi saya kesempatan mewujudkan harapan-harapan saya yang bahkan setahun yang lalu itu nampak mustahil.

Dulu saya punya keinginan memiliki kerja sampingan yang bisa saya lakukan tanpa mengganggu kerja utama dan bisa saya kerjakan dengan rasa cinta, bukan beban. Thanks God, itu terealisasi.

Lantas saya perneh bermimpi memiliki media online yang sesuai dengan bidang yang saya minati. Thanks again, itu sudah terwujud dengan www.netsains.com. Kini tinggal bagaimana meng-improve-nya agar menjadi lebih baik. Dengan Netsains ini saya bertemu teman-teman dari komunitas akademis dan ilmuwan yang ternyata sevisi dengan saya. Selain itu saya juga harus terus membina networking dengan teman-teman dan klien maupun calon klien sehubungan dengan side job tadi. Yah, itu semua membutuhkan konsentrasi tersendiri.

Tapi hasilnya juga worthed. Oktober 2007 ini saya mampu membeli rumah. Woow..rumah? Ya, rumah tempat tinggal di pinggiran Jakarta yang tenang, Depok.  Butuh sedikit renovasi sana-sini sebelum ditempati. But I really love it! Tuhan sangat baik pada saya. Mimpi apa bisa beli rumah di tengah situasi ekonomi seperti saat ini? Cash pula! Bahkan 3 bulan lalu pun saya masih belum percaya pada mimpi itu.

Now, it's the time to work harder tapi tetap jangan melupakan bersosialisasi. Netsains yang hanya website itu akan kami kembangkan menjadi semacam organisasi yang memiliki program sosial. Yang seperti apa? Nah, sebaiknya itu dibahas di postingan tersendiri.
Yang jelas ini sebuah usaha mewujudkan mimpi-mimpi itu. An Indonesian Dreams, you can call it!

Fall In Love Every Times

A friend of mine said: “You look prettier nowadays. Are you falling in love?” 

Some poems said that when you are in love, you could be a poet

 

Yes, I’ve been fall in love  and many many times before it

 

I really want to fall in love every time

 

Fall in love with  anything in this life

 

Falling in love with the music, books, movies, TV programs, bus, city, dust, food, Internet, Yahoo Messenger, friends, girls, boys, babies, traffic jam, traffic hour, deadline, drinks, computer, shoes, emails, writings, flowers, river, rainbow, rain, sky, moon, sunshine, morning, noon, night, balloon, singer, writer, scientist, et cetera, et cetera, et cetera..

 

Yes, I wanna fall in love every times I want…

I love you all!

My Simple Wishes

                       My Simple Wishes                    

                  

aku ingin bisa tetap idealis tapi tidak kelaparan
aku ingin tetap bisa jadi ibu yang baik tapi tidak gagal di karir
aku ingin bisa tetap bermain dengan si kecil tapi kerjaan tidak berantakan
aku ingin tetap bisa beli buku tapi tidak kekurangan uang
aku ingin tetap bisa jadi perempuan yang manis tapi tidak terkesan kampungan
aku ingin tetap jadi sosok yang tegar tanpa jadi vulgar
aku ingin tetap jadi sahabat yang baik tanpa harus merasa terbebani
aku ingin tetap jadi diri sendiri tanpa harus jadi egois
aku ingin tetap jadi apa adanya tanpa harus kehilangan kesempatan disukai
aku ingin tetap menjadi lebih baik dari hari ini

keinginan-keinginan sederhana
tapi sulit diwujudkan
sulit itu bukan berarti tidak mungkin kan?